SUTOJAYAN – Suasana khidmat sekaligus ceria menyelimuti pelaksanaan praktik manasik haji yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dari berbagai sekolah di bawah naungan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Sutojayan hari ini, Sabtu (23/5). Kegiatan akbar ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) se-Kecamatan Sutojayan.
Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul dengan mengenakan pakaian ihram putih bagi siswa laki-laki dan busana muslimah putih bagi siswa perempuan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan rukun Islam kelima ini, yang didesain semirip mungkin dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Mekah.
Miniatur Kakbah dan Semangat Labbaikallah
Dalam kegiatan ini, para siswa diajarkan secara langsung tata cara pelaksanaan ibadah haji secara berurutan (tertib). Dipandu oleh para guru PAI yang bertindak sebagai mutawif (pembimbing), anak-anak mempraktikkan:
- Niat Ihram dari miqat yang ditentukan.
- Wukuf di Padang Arafah buatan.
- Mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina.
- Lontar Jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah).
- Thawaf mengelilingi miniatur Kakbah sambil mengumandangkan kalimat talbiyah, "Labbaikallahumma labbaik..." yang menggema di seluruh lokasi acara.
- Sa'i berjalan dan berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
- Tahallul (mencukur rambut) sebagai penutup rangkaian ibadah.
Kepala Sekolah menyampaikan rasa bangganya atas semangat yang ditunjukkan oleh para siswa kelas 5. Kegiatan lintas sekolah seperti ini tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan teoretis di dalam kelas, melainkan memberikan pengalaman kontekstual yang membekas dalam ingatan siswa. Kerja sama para guru PAI se-Sutojayan juga patut diacungi jempol karena mampu mengoordinasikan acara massal ini dengan sangat tertib dan lancar.
Kebaikan dan Manfaat Mengikuti Manasik Haji bagi Siswa
Melalui kegiatan manasik haji ini, ada banyak nilai karakter dan kebaikan yang dapat dipetik oleh para siswa, di antaranya:
- Menanamkan Kerinduan Terhadap Tanah Suci: Praktik ini menjadi stimulus sejak dini agar anak-anak memiliki cita-cita dan niat yang kuat untuk dapat menunaikan ibadah haji yang sebenarnya di masa depan.
- Pembelajaran Kontekstual yang Bermakna: Mempelajari bab haji di buku teks sering kali terasa abstrak. Dengan mempraktikkannya langsung, siswa jauh lebih mudah memahami rukun, wajib, dan sunah haji.
- Melatih Kesabaran dan Disiplin: Rangkaian manasik menuntut siswa untuk tertib mengantre, berjalan di bawah terik matahari, dan mengikuti instruksi pembimbing. Ini adalah latihan fisik dan mental yang sangat baik.
- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Karena diikuti oleh seluruh sekolah se-Korwil Sutojayan, kegiatan ini menjadi momentum bagi para siswa untuk saling mengenal, berinteraksi, dan mempererat tali silaturahmi antar-sesama pelajar.
- Menumbuhkan Nilai Kesetaraan: Penggunaan pakaian ihram yang serba putih mengajarkan kepada siswa bahwa di mata Allah SWT semua manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya.




0 Komentar